Posts

Showing posts with the label History Tour

Tari Babukung dari Kabupaten Lamandau yang Mencuri Perhatian

Image
Tari Babukung yang berasal dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah ini rasanya masih asing di telinga. Namun, menurut Yohanes Indra lewat infonawacita.com, Tari Babukung yang tampil dalam acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Indonesia 2017 di Solo, Jawa Tengah ini berhasil memukau penonton dan memberi kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Lamandau. Tari Babukung itu dikabarkan tampil hingga tiga kali saat pembukaan, karnaval, dan penutupan, dan terus membuat penonton terpukau. Antusiasme Masyarakat Solo sangat luar biasa, sehingga Tari Babukung yang dinilai unik, klasik, natural, dan menarik. [caption id="attachment_2308" align="aligncenter" width="800"] Bukung-bukung dalam Tarian Babukung. (foto: tgifmag.com)[/caption] Tari Babukung sendiri sebenarnya memiliki filosofi yang amat kuat. Manurut Borneonews.co.id, setidak-tidaknya ada dua makna yang terkandung dalam kegiatan ritual Tari Babukung sebagai sebuah tradisi masyarakat adata Dayak d...

Museum Kata, Inspirasi Pencinta Sastra

Image
Anda yang mencintai dunia sastra, tentu turut berbahagia akan kehadiran Museum Kata di Belitung Timur ini. Ya, Museum pertama kali ada dan hanya satu-satunya di Indonesia ini, dimiliki oleh Andrea Hirata. Di sana juga jelas tertulis ' Indonesia's First Literary Museum '. Ya, tentu ia mengingatkan Anda dengan Laskar Pelangi, karya novel yang luar biasa menggebrak itu. Memang, museum ini dimulai dari kesuksesan Andrea Hirata dalam karya sastra dan film Laskar Pelangi. Museum Kata Andrea Hirata berlokasi di Jalan Laskar Pelangi no.7, Gantong, Belitung Timur. Banyak hal inspiratif yang dapat Anda temukan di museum ini.  ‘Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu’...itu barulah rangkaian kata sang Novelis, namun cukup inspiratif bukan? Bisa Anda bayangkan hal inspiratif apa lagi yang dapat Anda temukan di tempat ini. [caption id="attachment_2043" align="aligncenter" width="855"] Museum Kata yang bersahaja. (foto: indonesiakaya.com)[/capti...

Mengapa “Nol Kilometer”

Image
Dalam wisata kota ( city tour ), sering ada beberapa cara untuk mengidentifikasi “ the official centre point" atau "titik pusat kota". Namun, yang paling umum digunakan yaitu dengan mendeklarasikan “nol kilometer”( Kilometer Zero ). Di berbagai negara, khususnya Eropa, yang paling populer digunakan untuk menjadi penanda “nol kilometer”( Kilometer Zero ) adalah kantor pos tertua. Walaupun sebenarnya, ada banyak yang bisa dikatakan sebagai “ the official centre point" atau "titik pusat kota," antara lain, stasiun utama, alun-alun, menara jam, gedung tertinggi, pusat pemerintahan, hingga monumen-monumen bersejarah. [caption id="attachment_2032" align="aligncenter" width="500"] "Nol Kilometer" di Sabah, Kota Kinibalu, Malaysia. (foto: theborneopost.com)[/caption] Nah, jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, ada yang mengingatkan mengenai konsep  “ the official centre point" atau "titik pusat kota" itu, yai...

Sisi Lain Mitos Taman Sari Yogyakarta

Image
Jika Anda mengunjungi kompleks pemandian raja Taman Sari Yogyakarta, akan ada banyak cerita mitos mengenai kecantikan dan eloknya Taman Sari ini. Biasanya cerita berkisar mengenai sisi erotis kenimatan raja memandang para selir yang sedang mandi. Cerita lalu bergulir dengan begitu liar mengenai fungsi Taman Sari yang dipandang sebagai bentuk voyeurism para kerabat penguasa menikmati waktu senggangnya bersama para putri dan selir cantik. Biasanya sudut-sudut kamar yang ada di Taman Sari pun, diceritakan sebagai saksi sejarah sensasional mengenai skandal kenikmatan seksual, khususnya yang dikenal dengan Umbul Pamuncar. Namun, bernarkah, bahwa Taman Sari menyimpan mitos cerita erotik yang begitu terkenal dari mulut ke mulut itu. Jika Anda bertanya pada para pemandu, maka cerita-cerita itu akan diceritakan sebagai sesuatu yang dibiarkan misterius untuk memberikan kesan sensasional. [caption id="attachment_2022" align="aligncenter" width="2069"] Berada di dala...

Di Rumah Laksamana Maeda, Semangat Merdeka Itu Tetap Ada

Image
Ada satu peristiwa yang kerap terlupakan dalam rangkaian sejarah proklamasi Republik Indonesia. Persitiwa itu terjadi sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu Perumusan Naskah Proklamasi yang dilaksanakan di gedung bekas kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori. Gedung tempat Perumusan Naskah Proklamasi, sekarang ini dijadikan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.  Sudah tentu, faktor lokasi dan gedung itu mempunyai nilai sejarah yang sangat penting bagi Bangsa Indonesa dalam kaitannya dengan penyusunan naskah proklamasi. Sebagai museum sejarah, museum ini akan mengungkapkan peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Tentu saja, keadaan pada saat itu tidak mungkin kita lihat pada saat sekarang tanpa mengadakan penggambaran ulang peristiwa itu. [caption id="attachment_1931" align="aligncenter" width="770"] Ruang Perumusan Naskah Proklamasi (foto: munasprok.or.id)[/caption] Ada hal penting yang harus diingat. Peristiwa tersebut merupakan sala...

Museum Purbakala Sangiran, Sambangi Jejak Manusia Purba

Image
Teringat masa sekolah, nama Sangiran melekat di kepala, ketika pelajaran sejarah mengenai manusia purba tiba. Paling diingat lagi yaitu, Pithecanthropus erectus , yang sering menjadi bahan bercanda untuk saling mengolok-olok teman. Haha ... Tak disangka, ternyata lokasi penemuan fosil peninggalan jaman purba, yang tentu saja membuat Indonesia dikenal dunia, bisa ikut kita pelajari lewat Museum Purbakala Sangiran yang berdiri amat megah. [caption id="attachment_1862" align="aligncenter" width="700"] Gapura Museum Purbakala Sangiran yang unik. (foto: beritagar.com)[/caption] Lewat Wikipedia, dapat diketahui bahwa museum arkeologi ini terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Museum Purbakala Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi objek wisata yang menarik, juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan...

Museum Keris Nusantara; Tempat Tradisi dan Filosofi Dirawat Sepenuh Hati

Image
Museum Keris Nusantara telah resmi beroperasi. Presiden Joko Widodo meresmikan  museum yang terletak di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 9 Agustus 2017. Menurut rilis resmi Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang diterima Traveltoday , Presiden Jokowi akan menyumbangkan keris koleksi pribadinya untuk Museum Keris Nusantara agar dirawat dan dipamerkan. “Salah satunya yang kemarin disampaikan oleh PM Belanda akan saya bawa nanti pas ke Solo, termasuk keris-keris yang saya punya saya simpan di sini saja sudah, dihibahkan, dirawat oleh museum, saya nggak sanggup merawat sendiri,” kata Presiden disambut tepuk tangan para undangan yang hadir. Menurut Presiden, keris merupakan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai dan filosofi yang tinggi. Bahkan keris Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia non-bendawi manusia oleh UNESCO di tahun 2005. “Artinya, walaupun kita berupaya mengejar kemajuan tapi kita tidak boleh tercerab...

Menerawang Lawang Sewu Semarang

Image
Lawang Sewu dalam bahasa Indonesia bisa berarti ‘seribu lawang’, meski tak benar-benar pintu, dan jumlahnya tak benar-benar seribu. Mungkin karena dari kejauhan, deretan jendela lebar dan panjang ini nampak seolah seperti  pintu dan berjumlah amat banyak. Menurut Wikipedia, awalnya Lawang Sewu merupakan kantor dari Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Meski tak paham bahasa Belanda, kata ‘spoorweg’ membuat saya mengerti mengapa orang Jawa meyebut kereta api dengan kata ‘ sepur ’. Mungkinkah ini merupakan salah satu kata serapan? Hmm... Lawang Sewu ini dibangun pada tahun 1904 hingga tahun 1907. Letaknya ada di bundaran Tugu Muda Semarang, yang dahulunya disebut Wilhelminaplein . Setelah jaman kemerdekaan, bangunan kuno berlantai dua ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. [caption id="attachment_1723" align="aligncenter" width="691"] Semarang di malam hari berlatar...

Situs Ratu Boko; Bangunan Candi atau Istana?

Image
Perjalanan sekitar 3 km sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan ini, mempertemukan saya dengan situs purbakala, semacam komplek sisa-sisa bangunan peninggalan abad ke-8.  Situs Ratu Boko. Letaknya berada di atas bukit yang tinggi, yaitu 196 meter di atas permukaan laut. Bentuk bangunan Situs Ratu Boko memang seperti bangunan candi yang khas. Namun dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton atau istana raja. Dalam Wikipedia, pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks Situs Ratu Boko bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng. Adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan telah membuktikannya. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nah , sampai di sini bisa diambil kesimpulan bahwa Situs Ratu Boko adalah sebuah istana, bukan ? Barangkali Anda bisa menemukan jawaban lebih setelah mengunjungi tempat ini. Sebagai catatan ...

Menakar Kemanusiaan di Museum Apartheid

Image
Kesempatan meliput Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan adalah mimpi saya yang menjadi kenyataan. Menjadi jurnalis olahraga yang berkesempatan meliput Piala Dunia merupakan catatan sejarah tersendiri. Tetapi, bukan hanya meliput ajang sepakbola sejagat itu yang ingin saya alami. Saya ingin singgahi juga Museum Apartheid di Johannesburg. Sebuah museum yang lengkap memaparkan masa kelam Afrika Selatan. Sejak kecil saya diajari untuk menolak diskriminasi suku, agama, dan ras. Ajaran itu yang di kemudian hari membawa saya berempati pada korban penindasan rasial di Afrika Selatan. Bahkan, pemain idola pertama saya adalah John Barnes. Dia memang tidak berasal dari Afrika Selatan tetapi  legenda Liverpool itu berkulit hitam. [caption id="attachment_1164" align="aligncenter" width="709"] suasana dalam Museum Apartheid, foto: hipafrica[/caption] Museum Apartheid dibuka tahun 2001 dan kemudian diakui sebagai salah satu museum unggulan di dunia pada abad kedua puluh y...

Pemenang Nobel Serukan Penyelamatan Situs Bersejarah

Lima pemenang penghargaan Nobel menyerukan dan mendesak dunia internasional mengambil tindakan untuk melindungi berbagai situs warisan budaya dunia dari kerusakan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis dan akibat konflik. Melansir AFP, pernyataan tersebut dilontarkan pada Selasa (29/11) dalam pertemuan internasional yang diselenggarakan di Abu Dhabi. Seruan tersebut muncul setelah beberapa kejadian perusakan situs bersejarah terjadi di Irak, Suriah, Afghanistan, dan Mali. "Bagian dari sejarah umat manusia telah hilang selamanya, dengan tujuan fanatisme yang merusak harapan masa depan manusia," kata para pemenang Nobel. "Tindakan sesegera mungkin harus diambil, masa ekspresi tak berdaya atas kegusaran sudah berakhir.” Mereka yang hadir dalam pertemuan itu ialah pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, dan Mantan Sekjen PBB Kofi Anan. Selain mereka, ada pula pemenang Nobel sastra Orhan Pamuk dari Turki, dan Mario Vargas Llosa dar...

Tahukah Kamu Cerita Sejarah Candi Borobudur?

Image
Candi Borobudur mulai didirikan pada masa Dinasti Syailendra diperkirakan sekitar abad ke – 9 . Penggagas berdirinya  Candi Borobudur tersebut adalah Raja Samaratungga. Dalam menuangkan gagasannya, Raja Samara Tungga menunjuk seorang arsitek pada masa dinasti syailendra yang bernama Gunadarma . Candi Borobudur adalah suatu bangunan bersejarah yang luar biasa pada masanya. Bagaimana tidak, candi yang sebesar itu dibangun dengan cara dan bahan sederhannya serta tanpa adanya peralatan modern yang memadai. Namun bisa kita lihat saampai saat ini, bangunan candi yang sagat megah masih menjulang kokoh dan gagahnya. Gunadarma sebagai arsitek pembangunan Borobudur, memerlukan waktu kurang lebih 70 tahun untuk menyelesaikan bangunan semegah itu.  Waktu yang sangat lama, namun juga tak kalah dengan kualitas yang didapatkan dari bangunan yang dihasilkan. Candi Borobudur baru selesai pada masa pemerintahan Raja Pramudiawardani yang tak lain adalah putri dari raja Samaratungga. Nama Borobudur itu se...