Posts

Showing posts with the label Semarang

Grojogan Klenting Kuning , Penghilang Penat dan Pening

Image
Ingat Klenting Kuning, ingat Ande-Ande Lumut. Ya, kisah turun temurun yang melegenda itu. Namun sebuah grojogan di Desa Kemawi Kecamatan Sumowono Bantir ini, nama Klenting Kuning dipilih karena di sana terdapat air terjun dengan dinding berwarna kuning dengan air yang jernih. Juga menurut studentofbutterfly.blogspot.co.id , salah satu versi penamaan Klenting Kuning adalah karena air yang keluar mirip klenthing (semacam pancuran kecil) dan airnya terlihat berwarna kuning. Sebetulnya warna kuning air ini akibat dari refleksi warna tebing grojogan yang juga kekuningan itu. [caption id="attachment_1631" align="aligncenter" width="625"] Panorama pemandangan di dalam Grojogan Kleting Kuning. (fFoto Instagram @rikko_official)[/caption] Curug atau grojogan ini memiliki tekstur tebing berbatuan dengan warna kekuningan. Sumber air yang mengalir, dingin dan jernih, langsung dari Gunung Ungaran, dengan kandungan belerang yang tinggi. Ada dua air terjun dengan tebing...

Klenteng Sam Po Kong Semarang; Merah, Megah, Sarat Sejarah

Image
Lengkapnya, Klenteng Gedung Batu Sam Po Kong. Sebuah petilasan, bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam; Zheng He/Cheng Ho. Tulisan berbunyi, “Marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur’an” merupakan temuan yang membuktikan bahwa dahulunya tempat ini adalah sebuah petilasan berciri keislaman. Menurut Wikipedia, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa, dan ketika melintasinya, banyak awak kapal jatuh sakit, kemudian diperintahkannya untuk membuang sauh. Merapat ke pantai utara Semarang dan berlindung di sebuah gua batu besar (kini disebut Gedung Batu), lalu mendirikan masjid Megah. Masjid dengan arsitektur ala bangunan Cina yang didominasi warna merah ini, kemudian lambat laun berubah fungsi menjadi Klenteng. Setelah Cheng Ho pergi untuk melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapal yang tinggal dan kawin dengan penduduk setempat. Sekarang tempat ini dijadikan tempat bersembahyang dan berziarah. Di da...

Kunjung ke Kampung Batik Semarang, Yuk!

Image
Banyak alternatif menikmati perjalanan unik di Semarang. Bila Anda menginginkan tempat-tempat sederhana dengan kekayaan yang tersembunyi, Anda bisa merasakan sensasi pusat-pusat kekuasaan kuno Semarang yang berupa kampung-kampung. Kini, kampung-kampung tradisional tersebut telah mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Meski ada pula yang terpaksa punah berganti bangunan hotel dan mal megah, namun semoga ketertarikan Anda mendatangi beberapa kampung yang tersisa di Semarang, bisa membawa perubahan baru bagi kebijakan Pemerintah Kota Semarang. [caption id="attachment_1504" align="aligncenter" width="669"] Kampung Batik Semarang (foto: Ezy.blog)[/caption] Salah satu kampung yang bisa menjadi inspirasi perjalanan anda yaitu Kampung Batik Semarang. Lokasi Kampung Batik terletak di kawasan Bubakan. Tak jauh dari Gereja Blenduk, Kota Lama. Anda bisa memutar dan menuju bundaran Bubakan. Di sana ada gapura bertuliskan Kampung Batik Semarang. Di Kampung B...

Kampung Pelangi Semarang Akan Dipercantik, Nih...

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk semakin mempercantik kawasan Kampung Pelangi Semarang yang menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari. "Tahun ini, kami anggarkan Rp16 miliar untuk menata drainase, sungai dibikin rapi, jalur pedestrian, 'foodcourt' hingga lahan parkir," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Kamis, 18 Mei 2017 lalu. Nantinya, Kampung Pelangi yang dulu dikenal dengan perkampungan Gunung Brintik itu akan terlihat menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung. Setelah mulai dicat April 2017, pemandangan perkampungan Gunung Brintik sekarang terlihat berbeda dengan berwarna-warninya rumah-rumah penduduk yang berada di lahan yang berkontur perbukitan tersebut. Ternyata, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, upaya Pemkot Semarang untuk mempercantik kawasan itu mendapatkan perhatian dari masyarakat luar negeri yang mengekspose di laman informasinya. "Setahu saya, a...