Posts

Showing posts with the label Wisata Sejarah

Mengapa “Nol Kilometer”

Image
Dalam wisata kota ( city tour ), sering ada beberapa cara untuk mengidentifikasi “ the official centre point" atau "titik pusat kota". Namun, yang paling umum digunakan yaitu dengan mendeklarasikan “nol kilometer”( Kilometer Zero ). Di berbagai negara, khususnya Eropa, yang paling populer digunakan untuk menjadi penanda “nol kilometer”( Kilometer Zero ) adalah kantor pos tertua. Walaupun sebenarnya, ada banyak yang bisa dikatakan sebagai “ the official centre point" atau "titik pusat kota," antara lain, stasiun utama, alun-alun, menara jam, gedung tertinggi, pusat pemerintahan, hingga monumen-monumen bersejarah. [caption id="attachment_2032" align="aligncenter" width="500"] "Nol Kilometer" di Sabah, Kota Kinibalu, Malaysia. (foto: theborneopost.com)[/caption] Nah, jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, ada yang mengingatkan mengenai konsep  “ the official centre point" atau "titik pusat kota" itu, yai...

Sisi Lain Mitos Taman Sari Yogyakarta

Image
Jika Anda mengunjungi kompleks pemandian raja Taman Sari Yogyakarta, akan ada banyak cerita mitos mengenai kecantikan dan eloknya Taman Sari ini. Biasanya cerita berkisar mengenai sisi erotis kenimatan raja memandang para selir yang sedang mandi. Cerita lalu bergulir dengan begitu liar mengenai fungsi Taman Sari yang dipandang sebagai bentuk voyeurism para kerabat penguasa menikmati waktu senggangnya bersama para putri dan selir cantik. Biasanya sudut-sudut kamar yang ada di Taman Sari pun, diceritakan sebagai saksi sejarah sensasional mengenai skandal kenikmatan seksual, khususnya yang dikenal dengan Umbul Pamuncar. Namun, bernarkah, bahwa Taman Sari menyimpan mitos cerita erotik yang begitu terkenal dari mulut ke mulut itu. Jika Anda bertanya pada para pemandu, maka cerita-cerita itu akan diceritakan sebagai sesuatu yang dibiarkan misterius untuk memberikan kesan sensasional. [caption id="attachment_2022" align="aligncenter" width="2069"] Berada di dala...

Di Rumah Laksamana Maeda, Semangat Merdeka Itu Tetap Ada

Image
Ada satu peristiwa yang kerap terlupakan dalam rangkaian sejarah proklamasi Republik Indonesia. Persitiwa itu terjadi sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu Perumusan Naskah Proklamasi yang dilaksanakan di gedung bekas kediaman Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Meiji Dori. Gedung tempat Perumusan Naskah Proklamasi, sekarang ini dijadikan Museum Perumusan Naskah Proklamasi.  Sudah tentu, faktor lokasi dan gedung itu mempunyai nilai sejarah yang sangat penting bagi Bangsa Indonesa dalam kaitannya dengan penyusunan naskah proklamasi. Sebagai museum sejarah, museum ini akan mengungkapkan peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Tentu saja, keadaan pada saat itu tidak mungkin kita lihat pada saat sekarang tanpa mengadakan penggambaran ulang peristiwa itu. [caption id="attachment_1931" align="aligncenter" width="770"] Ruang Perumusan Naskah Proklamasi (foto: munasprok.or.id)[/caption] Ada hal penting yang harus diingat. Peristiwa tersebut merupakan sala...

Jalan Kepanjen Surabaya Akan Dijadikan Kawasan Wisata Sejarah

Kawasan Jalan Kepanjen, Surabaya akan disulap menjadi kawasan wisata heritage. Keinginan Wali Kota Tri Rismaharini tersebut untuk membangkitkan Surabaya sebagai Kota Pahlawan yang penuh dengan sejarah perjuangan. Di kawasan tersebut memang dikenal memiliki beberapa bangunan bersejarah. Seperti SMPN 2, Masjid Kemayoran, Gereja Maria Perawan, dan Kantor Pos Kebonrojo. "Yang gedung kantor pos itu kan dulunya sekolah SD Presiden Soekarno, ada juga gereja, SMPN 2 yang bangunannya bersejarah juga dan ada juga bangunan Masjid Kemayoran yang semuanya satu kawasan," kata Risma usai Sidang istimewa di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (16/8/2017), dikutip dari detik.com . Risma menuturkan rencananya. Ia berencana kawasan tersebut akan ditata secara khusus untuk menjadi kawasan wisata sejarah dengan beberapa kawasan di kawasan Surabaya utara lainnya. "Jadi kawasan itu adalah salah satu simbol kota Surabaya yang akan kita tata khusus jadi kawasan wisata," ujar Risma. Perencanaan matan...

Museum Purbakala Sangiran, Sambangi Jejak Manusia Purba

Image
Teringat masa sekolah, nama Sangiran melekat di kepala, ketika pelajaran sejarah mengenai manusia purba tiba. Paling diingat lagi yaitu, Pithecanthropus erectus , yang sering menjadi bahan bercanda untuk saling mengolok-olok teman. Haha ... Tak disangka, ternyata lokasi penemuan fosil peninggalan jaman purba, yang tentu saja membuat Indonesia dikenal dunia, bisa ikut kita pelajari lewat Museum Purbakala Sangiran yang berdiri amat megah. [caption id="attachment_1862" align="aligncenter" width="700"] Gapura Museum Purbakala Sangiran yang unik. (foto: beritagar.com)[/caption] Lewat Wikipedia, dapat diketahui bahwa museum arkeologi ini terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Museum Purbakala Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi objek wisata yang menarik, juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan...

Situs Ratu Boko; Bangunan Candi atau Istana?

Image
Perjalanan sekitar 3 km sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan ini, mempertemukan saya dengan situs purbakala, semacam komplek sisa-sisa bangunan peninggalan abad ke-8.  Situs Ratu Boko. Letaknya berada di atas bukit yang tinggi, yaitu 196 meter di atas permukaan laut. Bentuk bangunan Situs Ratu Boko memang seperti bangunan candi yang khas. Namun dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton atau istana raja. Dalam Wikipedia, pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks Situs Ratu Boko bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng. Adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan telah membuktikannya. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini. Nah , sampai di sini bisa diambil kesimpulan bahwa Situs Ratu Boko adalah sebuah istana, bukan ? Barangkali Anda bisa menemukan jawaban lebih setelah mengunjungi tempat ini. Sebagai catatan ...